Mengenali konteks dan kebutuhan
Tidak semua orang mengoperasikan situs dengan mouse atau layar sentuh. Sebagian mengandalkan keyboard, sakelar aksesibilitas, atau perangkat pendukung. Semua kontrol penting sebaiknya dapat dicapai dengan urutan fokus yang masuk akal agar pengalaman tidak berhenti pada sebuah tombol.
Tekan Tab untuk berpindah dari satu tautan ke tautan berikutnya, lalu Enter untuk membukanya. Kontrol galeri menggunakan tombol asli sehingga bisa diaktifkan tanpa menunjuk gambar menggunakan kursor. Penanda fokus dibuat jelas untuk menunjukkan posisi saat ini.
Contoh penerapan pada aktivitas digital
Komponen yang terlihat seperti tombol tetapi sebenarnya hanya elemen dekoratif dapat membingungkan pembaca keyboard. Karena itu, aksi interaktif perlu memakai struktur HTML yang sesuai. Penamaan atribut juga membantu teknologi pembaca layar menjelaskan fungsi setiap pilihan.
Tautan lewati konten di bagian awal halaman memungkinkan seseorang melewati navigasi berulang. Fitur kecil ini terasa penting ketika pengunjung membuka beberapa artikel secara berurutan dan tidak ingin menekan Tab melewati puluhan menu setiap kali.
Langkah lanjutan yang dapat dicoba
Pengujian praktis bisa dilakukan dengan menyimpan mouse dan menelusuri satu halaman penuh. Bila ada aksi yang tidak dapat dijalankan atau fokus menghilang dari layar, bagian tersebut layak diperbaiki sebelum situs diterbitkan.



